- HOME
- Daftar Isi
- Contact Us
- Services
- Title For Links
- These Links Still Appear
- Just Like The Others
- Even When Under A Title
- Title After Divider
- Once Again...
- These Links Still Appear
- Just Like The Others
- Even When Under A Title
- Very Long Item
- Title For Links
- These Links Still Appear
- Just Like The Others
- Even When Under A Title
- Title After Divider
- Once Again...
- These Links Still Appear
- Just Like The Others
- Even When Under A Title
- Fully Flexible
- Title For Links
- These Links Still Appear
- Just Like The Others
- Even When Under A Title
- Title After Divider
- Once Again...
- These Links Still Appear
- Just Like The Others
- Even When Under A Title
Tampilkan postingan dengan label CintA. Tampilkan semua postingan
Terkadang
hidup membawa kita pada suatu jalan panjang yang tak seorang pun tau kapan
orang tersebut akan menemukan ujungnya, sebagaimana jodoh yang disanding kadang
bukan karena sebuah Cinta, terkadang Tuhan menciptakan Cinta namun tidak
menjadikan sepasang insan duduk bersanding berikrar janji suci di pelaminan,
Tidak selamanya Cinta tercipta dengan berlatarkan
kesamaan, namun dengan perbedaan pun menjadikan awal terciptanya Cinta, begitu
jugan dengan Benci yang entah kenapa seiring berjalannya waktu kebencian itu
berubah menjadi Cinta, atau mungkin Benci bagian dari Cinta dengan kemasan yang
berbeda?!” entahlah...,Semuanya akan menjadi indah,begitu juga dengan perbedaan
, mana kala semua itu dapat terlebur pada satu pengertian utuk tetap Saling&Saling.
Layaknya
sebuah listrik, ketika muatannya sama maka tidaklah dapat menjadikan lampu
nyala bercahaya, begitulah uniknya sebuah perbedaan, kala keduanya bisa
bersinergi dan sejalan beriringan maka akan tercipta energi yang menjadikan
kehidupan ini lebih memiliki arti.
Hidup
adalah sebuah lakon yang musti kita perankan yang menjadikan setiap insan .menciptakan
sebuah Image atas dirinya sendiri dan yang lebih menyedihkannya lagi banyak
yang menyikapi masalah Image dengan mempersoalkan dengan hal-hal yang terlalu
mengarah pada Fisik, dan semua itu menjadikan setiap individu menjadi orang
yang MUNAFIK,bersembunyi di balik sebuah topeng karena malu menjadi dirinya
sendiri, hal itulah yang menjadikan jembatan pemisah yang menjadikan perpecah
belahan, ya...liahat saja Si kaya itu,agar tetap berimage borju akhirnya
memilih untuk tidak bergaul dengan simiskin, atau si Intelek memilih untuk
tidak bergaul dengan Si pencundang, karena takut mendapatkan cap yang sama,
Pecundang.....!!!”
Image
selalu menjadi Obyek penghakiman atas Subyek, karena kita adalah insan yang tak
pernah sama dan sedrajad, semuanya itu menjadikan Insan untuk saling
berperang,menjatuhkan bahkan lebih kejamnya lagi MEMBUNUH untuk mendapatkan
posisi yang terbaik dan saat itulah nurani menjadi buta karena sebuah
IMAGE,akal hilang entah kemana dan manusia berubah menjadi BINATANG,
Q kadang
tersenyum sendiri, ketika Q ingat setiap episod yang telah kita jalani bersama,
begitu banyak bahagia yang Q rasakan, canda mu, senyum mu, bujuk mu,sentuhanmu
yang menenangkan Q, Q sebenarnya sudah hanyut dengan alur yang telah tercipta,
apakah kamu masih ingat semua itu ?!”
Kaulah
orang yang berjasa memulihkan rasa Q, rasa percaya diri Q, orang yang begitu
baik yang menemani Q dalam kesendirian, banyak sudah episod baru yang tercipta
semenjak hadirmu, walau kadang Q masih naif dengan semua rasa Q namun kamu
masih bersabar membasuh luka hati Q.
Tak
terasa sudah berapa lama Q mengenal sosok seperti diri mu, Q kembali tersenyum
ketika terlintas dalam ingatan Q ketika awal perkenalan dulu, kalau pun boleh
jujur sampai sekarang pun kamu tetap yang terindah dari beberapa sosok yang
pernah Q kenal, entah sampai kapan rasa kagum ini kan bersemayam dalam hati,
kalau pun Q boleh jujur lagi, sedikit pun Q tak ada niatan untuk membuat jarak
diantara kita, Q masih seperti orang yang kamu kenal dulu, Q masih akrab dengan
kesendirian Q, tapi udah tidak akrab lagi dengan Bayangan itu, kau tau kan yang
Q maksud, dan Q juga masih selalu jujur dengan apa yang Q tuliskan, karena pada
saat itu Q bicara pada diri Q sendiri,
Disaat
Q merasa ketidak berdayaan itu tiba-tiba hadir di dalam diri Q,disaat itu pula
harus Q akhiri keangkuhan Q,dan Q beranikan diri Q untuk jujur bahwa Q masih
membutuhkan kamu,kamu sebagai sosok yang Q kenal dulu,saat pertama kalinya,
Ya,,,harus
Q akui bahwa Q bukan orang yang bisa memberikan perhatian Q didepan banyak
orang, aneh memang dan Q pun tak mengerti dengan karakter yang Q punnyai ini,
dan mungkin itulah yang kadang membuat mu sebal kepada Q,
Waktu
begitu cepat berlalu, dari setiap episod yang telah kita jalani bersama lambat
laun Q semakin mengenal karakter sosok dirimu, Q mulai mengenal sifat-sifat mu
walau tidak sepenuhnya.
Q slalu
tersenyum ketika Q sadari apa yang tlah terjadi, masa lalu merupakan
pembelajaran yang berarti untuk lebih mengerti tentang hidup, massa dimana
slalu ada makna yang membekas untuk lebih mengerti tentang setiap langkah yang
kan Q pijak selanjutnya, tak pernah Q sesali tentang semua yang telah terjadi,
karena semuanya merupakan bagian dari lakon yang telah dituliskan, tak terasa
waktu telah berlalu cukup lama Q mengenal sosok diri mu, Q kembali tersenyum
mengingat kala awal perkenalan dulu.
Q
masihlah Q yang dulu, Q dengan
kesendirian Q, yang slalu jujur dengan kata yang tertuang pada tulisan Q, Q
teringat kala jemari masih saling bertautan, kala canda tawa yang tercipta
diantara kekonyolan yang telah kita perbuat dan dikala kediaman hadir diantara keheningan
tinggal mata yang saling menatap hingga senyum tercipta mencairkan keheningan,
slau Q katakan pada hati Q ketika rasa kwatir datang kala kau jauh dari sisi Q,
kamu akan kembali lagi pada peluk Q, senyum pun hadir saat kamu mulai kembali
pada Q, seiring berjalannya waktu Q pun semakin dalam mengenal sosok mu yang
slalu mengisi setiap episode kehidupan Q, Q mulai mengenal sifat-sifat mu walau
pun tidak sepenuhnya
Seiring
berlalunya waktu telah terkikis sudah dari semua yang telah tercipta, keakrapan
mu, bujuk rayu mu, perhatian mu seolah menghilang dan kamu pun enggan untuk
menciptakannya lagi, Q pun tak pernah berfikir sebelumnya kan Q dapati kisah
seperti ini,mungkin inilah akhir kisah dari episode Cinta yang telah kita
cipta, waktu telah menjawab Ending semua ini,
Hari berganti seiring berlalunya waktu, namun harap Q untuk selalu bersanding di samping mu tak kan pernah memudar bahkan semakin terasa menggunung. Perjalan panjang yang Q lalui bersama mu telah membuat diri ini tersadar bahwa hidup tak selamanya Q tempuh dalam kesendirian. Q sadar sekarang dengan kehadiran mu hidup Q semakin berwarna dan membuat Q semakin mengertitentang arah dan langkah yang harus dan yang musti Q tempuh.
Maafkan Q yang telah begitu lancang mencintaimu, dan maafkan Q yang tak mampu membendung rasa cinta yang telah menggunug, bersama kata hati Qyang Q tulis melalui selambar surat ini Q curahkan bahwa Q mencintai mu.
Q memang mencinta mu, dan apakah salah jika Q ungkapkan apa yang Q rasakan sekarang ini, walau Q sadar begitu aneh rasa ini hadir, namun Q tak mampu menolak tentang semua yang terjadi, semuanya telah begitu saja terjadi tanpa Q tambahi dan tanpa pula Q kurangi,semuanya mengalir begitu saja pada alurnya, tak ada yang patut untuk disalahkan karena semua terjadi atas kehendak_Nya. Semuanya telah terjadi begitu saja, terkemas rapi dalam episode-episode kebersamaan yang telah kita lewatkan berdua,sebagai mana lakon hidup yang telah tertuliskan pada takdir Tuhan, hingga tercipta rasa yang tak mampu tertahan kan ini, Q tak pernah tau apakah kejujuran ini mampu membuat mu berucap apa yang mesti kamu ucapkan,
Itulah kepolosan hati Q yang sebenarnya, dan mungkin Q terlalu telanjang dalam penyampaian Q, namun dengan semua ini Q mampu merasakan ketanangan dalam hati Q sebab apa yang Q pendam selama ini telah mampu Q ungkapkan, mungkin mengaetahui semua ini akan sedikit membuat mu berfikir, apakah yang Q tulis ini hanya sekedar prosa tanpa makna, atau ini hanya sebahai ungkapan biasa tanpa jeda, namun Q berharap bahwa kamu bisa menghayati apa yang Q tulis, bahwa apa yang Q tulis ini adalah gambaran dan curahan nyata dari hati yang selama ini Q pendam dan selama itu pala Q harapkan jawaban nyata dari hati mu.
Apakah kamu juga mencintai Q?????!!!!!”
Maafkan Q yang telah begitu lancang mencintaimu, dan maafkan Q yang tak mampu membendung rasa cinta yang telah menggunug, bersama kata hati Qyang Q tulis melalui selambar surat ini Q curahkan bahwa Q mencintai mu.
Q memang mencinta mu, dan apakah salah jika Q ungkapkan apa yang Q rasakan sekarang ini, walau Q sadar begitu aneh rasa ini hadir, namun Q tak mampu menolak tentang semua yang terjadi, semuanya telah begitu saja terjadi tanpa Q tambahi dan tanpa pula Q kurangi,semuanya mengalir begitu saja pada alurnya, tak ada yang patut untuk disalahkan karena semua terjadi atas kehendak_Nya. Semuanya telah terjadi begitu saja, terkemas rapi dalam episode-episode kebersamaan yang telah kita lewatkan berdua,sebagai mana lakon hidup yang telah tertuliskan pada takdir Tuhan, hingga tercipta rasa yang tak mampu tertahan kan ini, Q tak pernah tau apakah kejujuran ini mampu membuat mu berucap apa yang mesti kamu ucapkan,
Itulah kepolosan hati Q yang sebenarnya, dan mungkin Q terlalu telanjang dalam penyampaian Q, namun dengan semua ini Q mampu merasakan ketanangan dalam hati Q sebab apa yang Q pendam selama ini telah mampu Q ungkapkan, mungkin mengaetahui semua ini akan sedikit membuat mu berfikir, apakah yang Q tulis ini hanya sekedar prosa tanpa makna, atau ini hanya sebahai ungkapan biasa tanpa jeda, namun Q berharap bahwa kamu bisa menghayati apa yang Q tulis, bahwa apa yang Q tulis ini adalah gambaran dan curahan nyata dari hati yang selama ini Q pendam dan selama itu pala Q harapkan jawaban nyata dari hati mu.
Apakah kamu juga mencintai Q?????!!!!!”
Maafkan
Q, Jelek yang tak mampu bersanding pada tahta ketulusan kasih mu, biarlah semua
kisah ini berlalu layaknya embun pagi yang menguap terbang bersama angin
melintasi cakrawala mencari bunga-bunga yang mulai layu mengering karena
panasnya mentari, terkadang kita musti belajar pada mentari yang mencintai ibu
pertiwi namun tak menjadikan mentari mendekat memeluk ibu pertiwi,yang akan
menjadikannya terbakar. Q akui Q masih terlalu banyak menimbang,namun dalam doa
tak pernah lekang Q sebut nama mu, Q pun mengakui telah banyak canda dan tawa
termasuk air mata yang menetes entah karena sedih atau pun bahagia telah
terukir dalam pahatan jalannya waktu yang telah kita lewati bersama.
Q
akui juga ada kedamai yang tercipta dikala kita berdekatan, menyatukan tangan
mengisi disetiap sela-sela jari,melahkah seirama beriringan, bercanda bercerita
apa saja hingga kebisuan hadir menciptakan keheningan yang menjadikan kita
hanya saling memandang.
Namun
harus Q akui juga bahwa Q tidaklah mampu menerima nama lain mengisi relung hati
Q,cukuplah kita akhiri episode ini,kaulah yang terindah dari semua yang ada,
terimakasih akan semua waktu yang pernah kita ukirkan pada jalannya waktu,(
semoga kebersamaan ini akan tetap ada diantara beningnya nurani)
Ketika
bayang itu tiba-tiba saja datang merasuk dalam pikiran dan tanpa Q sadari Q
telah mengungkit jalinan kisah cinta lalu Q, sudah terlalu lama Q jadikan diri
Q sebagai makhluk bodoh yang hanya bisa berharap walau Q tau semuanya itu tak
akan pernah terjadi dalam kenyataan hidup sekarang ini. Angan yang tetumpuk telah
membukit seolah akan mengubur Q dalam pengharapan yang telah Q ciptakan sendiri
karena kebodohan Q, kini hanya tinggal asa yang terpahat menjadi sebuah kata
yang tak tau akan menciptakan sebuah makna atau hanya kata-kata kosong yg tak
memiliki makna untuk dimengerti.
Q
tak mampu mewujudkan sebuah Cinta dalam jalinan kasih untuk saat ini karena
memang Q belum mampu untuk mencinta entah karena apa, semua yang tercipta
diantara kita hanyalah kesemuan untuk mengisi kejenuhan, yang kadang ingin lari
dari tikaman sepi yang terus menghujam,semuanya hanyalah semu,ketika kamu
mengetahui semua ini kau pun akan merasakan sakit,begitu juga dengan Q yang
selalu merasa hina dengan diri Q sendiri karena kebohongan Q pada segengam hati
kecil ini,
Cinta
yang Q cipta hanyalah sebuah pengharapan dalam ketakberdayaan ketika bahagia
tak kunjung datang,damai pun tak juga menjelang,rasanya Cinta tak akan mampu
menjadi episode yang melegenda bagi kita.
Dalam kisah hidup ini Q selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik meskipun semua itu terlalu berat untuk Q perankan. Tapi itulah kehidupan,semuanya itu adalah langkah yang harus Q tapaki. Langkah demi langkah telah Q pijaki dan disetiap langkah itu meninggalkan jejak,jejak yang terabadikan atau hanya bagian dari kisah untuk dilupakan, banyak sudah kisah yang Q rasa,semuanya Q hayati dan Q perankan sebagaimana layaknya seorang hamba yang tercipta untuk menopang ketentuan_Nya.
Terkadangg Q tersenyum ketika menyadari tentang apa yang terjadi dan apa yang sudah terjadi. Bumi yang telah Q pijak menuntun Q pada satu pandangan hidup apa yang ada sekarang tidaklah lepas dengan apa pernah kita kerjakan di masalalu.
Masa lalu selalu menyadarkan Q bahwa Q adalah bagian dari dirinya yang semua itu tidak bisa Q sebutkan dan Q jabarkan dengan kata-kata. Masalalu yang Q lewati membuat Q tengelam dan larut dalam kenangan lalu. Dia ,dia,dia,dan dia bagian yang pernah mengisi kisah hidup Q dan sekarang Q di sini tanpa dia,dia,dan dia. Hanya ada satu yang sekarang ini, Dia. Dan Q mempercayainya bahwa dengan Dia yang ada sekarang ini akan mampu memberikan ketegarannya dalam menyongsong episode selanjutnya.
Dulu,ketika Q dan kamu bersama,banyak angan tercipta yang menjadikan cabuk untuk segera kita wujudkan bersama lalu bersujud syukur dan tertawa bangga akan hasil yang telah terwujud. Dulu kala jemari masih erat bertautan banyak waktu terukir melantunkan nada damai dalam jiwa. Bagi Q semua begitu indah sekalipun akhir dari semua itu adalah kesakitan,satu kepenatan yang membuat batin ini tersayat-sayat. Tapi semua itu sudah menjadi jalan cerita dari kisah kehidupan yang musti Q perankan.
Di sana kamu sekarang Q tahu,bagaimana kamu sekarang Q tak pernah tahu.dan Q tertawa dalam tanggis yang tertahan merasakan apa yang Q alami. Mungkin disana kamu melihat Q dan tahu rasa yang Q rasakan sekarang ini ??”... ach,,,,apalah arti dari sebuah pertanyaan kalau Q tak temukan jawabannya dari mu,Q tak pernah bertanya lagi ( walau kadang sebuah tanya datang menyayat-nyayat batin Q ini) karena apa yang ada sekarang ini sudah memberi suatu bukti nyata bahwa tak akan Q dapati sebuah jawaban karena kini kita berbeda alam.
Q slalu berusaha untuk tidak menyesali tentang semuanya yang terjadi, dan apa yang terjadi ini adalah atas keinginan_Nya.
Apapun yang terjadi,sampai detik ini Q masih percaya dan merasakan bahwa kamu masih sosok terbaik yang Q kenal,sekalipun Q dan kamu tak akan pernah menjadi KITA,namun Q masih percaya ada dunia kedua untuk mewujudkan semua itu.
Terkadangg Q tersenyum ketika menyadari tentang apa yang terjadi dan apa yang sudah terjadi. Bumi yang telah Q pijak menuntun Q pada satu pandangan hidup apa yang ada sekarang tidaklah lepas dengan apa pernah kita kerjakan di masalalu.
Masa lalu selalu menyadarkan Q bahwa Q adalah bagian dari dirinya yang semua itu tidak bisa Q sebutkan dan Q jabarkan dengan kata-kata. Masalalu yang Q lewati membuat Q tengelam dan larut dalam kenangan lalu. Dia ,dia,dia,dan dia bagian yang pernah mengisi kisah hidup Q dan sekarang Q di sini tanpa dia,dia,dan dia. Hanya ada satu yang sekarang ini, Dia. Dan Q mempercayainya bahwa dengan Dia yang ada sekarang ini akan mampu memberikan ketegarannya dalam menyongsong episode selanjutnya.
Dulu,ketika Q dan kamu bersama,banyak angan tercipta yang menjadikan cabuk untuk segera kita wujudkan bersama lalu bersujud syukur dan tertawa bangga akan hasil yang telah terwujud. Dulu kala jemari masih erat bertautan banyak waktu terukir melantunkan nada damai dalam jiwa. Bagi Q semua begitu indah sekalipun akhir dari semua itu adalah kesakitan,satu kepenatan yang membuat batin ini tersayat-sayat. Tapi semua itu sudah menjadi jalan cerita dari kisah kehidupan yang musti Q perankan.
Di sana kamu sekarang Q tahu,bagaimana kamu sekarang Q tak pernah tahu.dan Q tertawa dalam tanggis yang tertahan merasakan apa yang Q alami. Mungkin disana kamu melihat Q dan tahu rasa yang Q rasakan sekarang ini ??”... ach,,,,apalah arti dari sebuah pertanyaan kalau Q tak temukan jawabannya dari mu,Q tak pernah bertanya lagi ( walau kadang sebuah tanya datang menyayat-nyayat batin Q ini) karena apa yang ada sekarang ini sudah memberi suatu bukti nyata bahwa tak akan Q dapati sebuah jawaban karena kini kita berbeda alam.
Q slalu berusaha untuk tidak menyesali tentang semuanya yang terjadi, dan apa yang terjadi ini adalah atas keinginan_Nya.
Apapun yang terjadi,sampai detik ini Q masih percaya dan merasakan bahwa kamu masih sosok terbaik yang Q kenal,sekalipun Q dan kamu tak akan pernah menjadi KITA,namun Q masih percaya ada dunia kedua untuk mewujudkan semua itu.
Bagaimana engkau akan bercerita??!",ketika
kata belum tercipta,mungkin engkau akan melakukan apa saja untuk
menyapaikan sebuah cerita itu kepada Q,Bisa dengan mengerakan
tanggan,melukiskan cerita Mu dengan Gambar,atau dengan media apa sajalah
untuk menyampaikan sebuah cerita,sebagaimana Cinta yg kau rasa namun
tiada keberanian untuk menyampaikannya dengan kata,maka berbagai segala
cara engkau akan menyampaikannya tanpa media kata.
#BersambunG
#BersambunG
Terjalin kisah diantara keringnya rasa antara dua anaka Manusia, satu
manusia dengan yang lain mencoba tuk mengukir kisah pada nafas dunia. Keduanya
mencoba untuk merekatkan anggan walau keduanya sadar, ada ketakutan dari jalinan
yang diharapkan. Satu manusian berkeinginan keras untuk meraih hidup, Satu
manusia berkeinginan untuk timbulkan satu penyajian utuh dari keduanya, di
ujung senja itu keduanya tetap mencoba
untuk tetap pahatkan hari indah pada tahta di jiwa masing-masing.
Kini cerita kedua
anak manusia itu bangkit dari tumpukan luka di masa lalu terpahat dalam
perjalanan waktu yang kian bergulir. Belumlah terwujud keinginan diantara
keduanya ada saja rintangan yang menghadangnya.
Kini cinta di unjung senja
pada suatu masa mencoba terus bertahan dengan kata hatinya. Tak ada yang tahu
tentang Cinta di ujung senja pada suatu masa,selain, “Dia” Sang Maha Cinta.
Di hari ini,Cinta di ujung
senja pada suatu masa telah menorehkan kisahnya menjadi sebuah bingkai pada
perputaran poros Waktu.
Dalam hidup Q selalu berusaha untuk
menjadi yang terbaik sekalipun iti begitu berat untuk Q lakukan. Tapi itulah
hidup, itulah bagian langkah yang harus Q tapaki. Langkah demi langkah sudah Q
lalui, banyak sudah kisah yang Q lalui, semua Q hayati dan Q perankan
sebagaimana layaknya Wayang yang telah
di mainkan oleh Sang Dalang.
Kadang
Q tersenyum menyadari tentang apa yang terjadi dan apa yang sudah terjadi. Bumi
yang Q pijaki mampu membuat Q mempunyai satu pandangan hidup bahwa apa yang ada
sekarang ini tak pernah terlepas dengan apa yang pernah kita kerjakan di masa
lalu.
Masa
depan sering membuat Q sadar bahwa Q mempunyai masa lalu yang tidak bisa di
sebutkan dan di jabarkan dengan kata-kata. Masa lalu yang Q buat,membuat Q
larut dalam kenangan lalu. Dia,dia, dan dia bagian yang pernah ada dan sekarang
Q disini tanpa dia,dia,dan dia. Hanya satu yang ada sekarang ini , dia. Dan Q
mempercayainya bahwa dengan dia yang ada sekarang ini akan mampu memberikan
ketegarannya dalam menyongsong dimensi
bari yang dia jalani.
Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.
Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.
Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?

Jatuh cinta dalam pandangan Islam
Islam adalah agama fitrah, dan cinta adalah fitrah manusia yang ditanamkan oleh Allah sejak diciptakan, agar keturunan Nabi Adam tetap lestari dan tercipta cinta kasih di antara manusia sehingga hidup penuh dengan kerahmatan. Jatuh cinta kepada lawan jenis adalah hal normal dan sangat dianjurkan, Islam tidak melarang seseorang untuk jatuh cinta, mencintai dan dicintai. Hanya saja, Islam menunjukkan wadah yang suci melalui pernikahan untuk menyalurkan hasrat cinta sepasang manusia agar dapat bercinta dengan bebas sekaligus mendapat ridha dan diberkahi oleh Allah swt.
Allah swt berfirman yang artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa cinta dan kasih sayang……….. (Ar-Rum: 21)







