Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.
Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?
Jatuh cinta dalam pandangan Islam
Islam adalah agama fitrah, dan cinta adalah fitrah manusia yang ditanamkan oleh Allah sejak diciptakan, agar keturunan Nabi Adam tetap lestari dan tercipta cinta kasih di antara manusia sehingga hidup penuh dengan kerahmatan. Jatuh cinta kepada lawan jenis adalah hal normal dan sangat dianjurkan, Islam tidak melarang seseorang untuk jatuh cinta, mencintai dan dicintai. Hanya saja, Islam menunjukkan wadah yang suci melalui pernikahan untuk menyalurkan hasrat cinta sepasang manusia agar dapat bercinta dengan bebas sekaligus mendapat ridha dan diberkahi oleh Allah swt.
Allah swt berfirman yang artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa cinta dan kasih sayang……….. (Ar-Rum: 21)
Drs. H. Wakhid Rosyid Lasiman, MA (Willibrordus Romanus) : Apa Agama Yesus?
Setelah melakukan berbagai penelitian dan diskusi yang panjang tentang kebenaran baik dengan tokoh Katolik maupun Islam, Lasiman, mantan misionaris yang juga tetangga dari Mbah Marijan, yang tinggal di dekat Gunung Merapi, Yogyakarta itu alkhirnya mengucapkan syahadat. Ia pun berusaha untuk mengembalikan mereka yang pernah dimurtadkannya.
Berikut kisahnya :
Aku dulu seorang penganut Katolik . Nama kecilku Lasiman. Aku lahir dari orang tua kejawen. Namun sejak kecil dididik secara formal di sekolah Katolik di samping Gereja di Sleman Yogyakarta. Aku pun mendapat pendidikan agama Katolik. Alhasil aku menjadi penganut Katolik. Aku diberi nama baptis Willibrordus. Kemudian diberi nama baptis kader penguatan Romanus. Selanjutnya aku belajar di sekolah guru milik yayasan Katolik yang didirikan tahun 1822.
Aku dididik menjadi guru misi, sehingga aktivitas yang ada selalu terkait dengan kegiatan misi Katolik seperti melatih teater untuk tampil di Natalan, Paskah, dan lainnya. Aku pun aktif di tim koor lagu-lagu Katolik, acara-acara Natal, Paskah, dalam rangka dakwah misi Katolik lainnya.
Bukan rahasia lagi jika masalah ini sangat diketahui banyak orang. Aksi misionaris dunia dengan dana dan jaringan aksi yang kuat layak dicermati dan diwaspadai. Masihkah kita berdiam diri?
Jerit tangis ketakutan tatkala ombak menggulung kawasan Aceh dan Sumatera Utara, menimbulkan duka yang begitu menyayat. Ratusan ribu jiwa lenyap ditelan keganasan gelombang tsunami yang menyapu kawasan tersebut. Ibu kehilangan anaknya, suami kehilangan isteri, anak kehilangan orang tua. Bantuan pun mengalir dari seluruh penjuru dunia, dengan harapan dapat meringankan penderitaan mereka. Namun ada di antara para dermawan tersebut, tersembunyi maksud jahat dari musuh musuh Islam dan kaum muslimin. Bencana itu dijadikan arena untuk menghancurkan kaum muslimin.
Di tengah duka nestapa anak-anak yang kehilangan orang tuanya, muncul lembaga semacam WorldHelp. Berkedok memberi pertolongan, ternyata malah melarikan 300 anak-anak generasi penerus kaum muslimin dari bumi Serambi Mekah, untuk dididik secara Kristen. Berita tersebut dilansir oleh Washington Post (13 Januari 2005). Lembaga misionaris yang berbasis di Virginia tersebut, mendapatkan sokongan dana dari kelompok Kristen Evangelis di seluruh dunia. Vernon Brewer Presiden WorldHelp menyatakan, pihaknya menyediakan dana sebesar 70 ribu dollar AS dan sedang mencari dana tambahan sebesar 350 dollar AS untuk membangun panti asuhan yatim piatu.
Fakta tersebut menguak motif sebenarnya dari bantuan yang diberikan oleh orang-orang kafir terhadap kaum muslimin. Bagi mereka tidak ada bantuan tanpa imbalan, sekaligus membuktikan kebenaran firman Allah Swt.: “Dan sungguh tidak akan pernah ridho orang-orang Yahudi dan Nasrani hingga mereka menjadikan kamu mengikuti millah mereka� (QS al-Baqarah [2]: 120)
Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduknya sebagian besar muslim. Bahkan, negara kita ini termasuk negara muslim terbesar di dunia. Apabila seluruh penduduk muslim di Timur Tengah dikumpulkan menjadi satu, jumlahnya masih lebih banyak Indonesia. Namun dengan jumlah muslim yang besar ini, kebanyakan dari mereka belum memahami benar agama yang dianutnya sendiri. Kebanyakan masih kurang memahami apa itu Islam, bahkan tidak memahami dua kalimat syahadat, kalimat yang sangat penting dalam agama ini.
Sedikit banyak telah ada beberapa salah persepsi mengenai dua kalimat syahadat. Padahal bila kita salah dalam memahami dua kalimat syahadat ini, bisa dipastikan dalam melaksanakan ibadah selanjutnya akan ada kesalahan di sana sini. Apalagi mengucapkan dua kalimat syahadat adalah bagian dari rukun Islam yang pertama. Untuk itu marilah kita kaji kembali, mengapa dua kalimat syahadat ini begitu penting.
Syahadatain (dua kalimat syahadat) menjadi penting karena merupakan asas dan dasar bagi rukun Islam lainnya, dan menjadi tiang untuk rukun iman dan dien. Syahadatain merupakan ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam. Oleh karena itu syahadah menjadi sangat penting. Lebih detailnya lagi, ada beberapa hal yang menyebabkannya menjadi penting, yaitu karena:
1. Syahadah adalah pintu masuk ke dalam Islam
2. Syahadah adalah intisari ajaran Islam
3. Syahadah adalah dasar-dasar perubahan menyeluruh
4. Syahadah adalah hakikat da'wah para rasul
5. Syahadah adalah keutamaan yang besar
New Delhi, India
Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul "KALKY AUTAR" (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu.
Sang professor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw, karena menurutnya, sebenarnya Muhammad Rasulullah saw adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual.
Prof. WAID BARKASH (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar kaum Brahmana mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya kepada delapan pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan yang telah dinyatakan di dalam buku. Semua kriteria yang disebutkan dalam buku suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri "KALKY AUTAR" sama persis dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Rasulullah Saw. |
Agama Samawi ada 3, yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Saya akan coba membandingkan ketiga agama ini dengan memakai referensi dari Al Qur’an, Alkitab, dan juga beberapa ensiklopedi yang ada.
Ketiga agama ini mempunyai beberapa kesamaan seperti percaya Adam adalah manusia pertama dan nenek moyang seluruh manusia, Ibrahim adalah seorang Nabi, dan kitab suci Taurat sebagai wahyu Allah. Meski demikian ada juga perbedaan yang beberapa di antaranya sangat mendasar.
Yahudi adalah agama tribal/kesukuan yang hanya bisa dianut oleh bangsa Yahudi. Agama ini tidak bisa disebarkan ke luar dari suku Yahudi. Oleh karena itu jumlahnya tidak berkembang. Hanya sekitar 14 juta pemeluknya di seluruh dunia. Sementara agama Kristen dan Islam karena disebarkan ke seluruh manusia dipeluk oleh milyaran pengikutnya.